5 Anak Muda dari UNIMUDA Terpilih Ikuti Bootcamp Relawan Hutan Merdeka 👁️️ 130

By Operator Website Kamis, 01 September 2022 | 07:25 am Berita

5 Anak Muda dari UNIMUDA Terpilih Ikuti Bootcamp Relawan Hutan Merdeka

Sorong, 1 September 2022 - Pada pertengahan 2021, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meneguhkan komitmennya untuk segera mengemalikan areal bekas konsesi perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat adat. Skema pengembaliannya harus diselaraskan dengan kemauan masyarakat yang memerlukan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah, LSM, bahkan Perguruan Tinggi.

Di tengah meningkatnya ancaman deforestasi dan degradasi hutan dan laut di Indonesia timur  yang menjadi benteng pertahanan terakhir, peran semua pihak, terutama kaum muda sangat diperlukan. Melihat kondisi semacam ini, EcoNusa menginisiasi gerakan Relawan Hutan Merdeka (RHM) dengan menggandeng Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong untuk bekerja sama mewujudkan  agenda tersebut. UNIMUDA memiliki infrastruktur pembelajaran Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bisa diadaptasikan menjadi gerakan anak muda untuk menerapkan potensi dan keilmuannya untuk kembali ke kampung dan melakukan pengembangan masyarakat di kampung.

Melanjutkan kegiatan pada 2021, EcoNusa kembali bekerja sama dengan UNIMUDA mengadakan pelatihan intensif (bootcamp) RHM untuk mahasiswa pada 1-3 September 2022 di ruangan Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNIMUDA. RHM ini memberikan pembekalan kepada anak muda dengan keahlian khusus yang memiliki minat untuk melakukan pengabdian masyarakat selama 6 bulan sampai  1 tahun. Para mahasiswa terpilih akan tinggal di kampung untuk mengimplementasikan ilmu, pengetahuan, hobi, serta menawarkan inovasi demi kemajuan masyarakat.

Dari 78 pendaftar, setelah melalui seleksi administratif ada 20 anak muda yang terpilih untuk mengikuti wawancara dan psikotest sebagai tahapan seleksi berikutnya. Seleksi ketat itu akhirnya memilih 5 orang yang memenuhi semua persyaratan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan UNIMUDA, Sirojuddin, M.Pd yang didampingi Kepala Lembaga Implementasi MBKM UNIMUDA Sorong, Wisnu Wardoyo, M.Pd.

"Ini merupakan komitmen kita untuk memilih peserta yang tepat dan sesuai dengan program Relawan Hutan Merdeka. Jangan sampai kita salah pilih. Yang kita berangkatkan saat ini adalah orang orang yang komunikatif, punya jiwa kerelawanan dan tahan banting sehingga bersedia mengabdi selama 6 bulan di kampung,“ Kata Sirojuddin dalam sambutannya.

UNIMUDA juga menantang para mahasiswanya untuk mengembangkan inovasi yang bisa diterapkan oleh masyarakat. Tujuannya untuk mendukung aktivitas di kampung, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam dengan tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, kelembagaan, dan lingkungan. Melalui program ini diharapkan para mahasiswa menjadi jembatan informasi sekaligus perpanjangan tangan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan.

FX Adi Saputra, Kepala Kantor EcoNusa di Sorong, menambahkan bahwa "kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua. Tahun lalu kegiatan dilakukan di Distrik Konda, Sorong Selatan. Dalam pelaksanaanya peserta RHM di 2021 sudah mampu mengidentifikasi potensi lokal dan mengembangkannya menjadi varian usaha untuk masyarakat. Misalnya, masyarakat difasilitasi untuk membuat selai dan sirup nanas. Saat ini pemerintah kampung terus mengembangkan inisisiasi bisnis yang dilakukan oleh RHM tahun 2021, sehingga kita berharap RHM tahun 2022 ini, walaupun jumlahnya lebih kecil, bisa menemukan potensi masyarakat yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung,” kata Adi.

RHM 2022 ini akan dikolaborasikan dengan kegiatan MBKM. Kegiatan tinggal di desa dan mengembangkan desa selama 6 bulan bisa dikonversikan menjadi 20 Satuan Kredit Semester (SKS). Mahasiswa diminta untuk mengidentifikasi mata kuliah apa saja yang berkaitan dengan pengabdian di masyarakat dan kemudian akan diusulkan menjadi SKS mereka.

“Mereka bisa mendapatkan 20 SKS dari kegiatan ini, dan ini merupakan kegaiatan MBKM Kampus Mandiri di mana kampus bisa menggandeng mitra untuk melaksanakan MBKM,” kata Wisnu.

Selama bootcamp 3 hari, peserta akan mempelajari materi pendukung agar mereka siap untuk berkarya di kampung. Mereka akan belajar tentang pemahaman krisis ekologi, pengembangan masyarakat, pengorganisasian masyarakat (Community Organizing), masyarakat adat, media dokumentasi, dan advokasi.

Bootcamp sangat penting untuk para peserta. Selain membekali pengetahuan anak anak tentang krisis ekologi agar bisa menaikan senses of criris, RHM juga membekali keterampilan teknis agar mereka siap dan tidak gagap ketika turun ke kampung berbaur dengan masyarakat,” kata Nugie Lukas Kristian, Koordinator Mobilisasi Kaum Muda EcoNusa, sebagai penanggungjawab kegiatan RHM ini.***

By Operator Website Kamis, 01 September 2022 | 07:25 am